HPXInfo:
#AGRO
HARGA RIGHT ISSUE BRI AGRO Rp130-175 PER LEMBAR
IQPlus, (07/11) - PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) merencanakan untuk melakukan penerbitan saham baru atau "right issue" di kisaran harga Rp130-Rp175 per lembar saham pada Desember 2016.
"Rencananya, perseroan akan right issue' sekitar 4,4 miliar lembar saham," ujar Direktur BRI Agro Zainuddin Mappa dalam paparan publik di Jakarta, Senin.
Nantinya, ia mengatakan bahwa penambahan modal melalui penerbitan saham baru itu akan digunakan perseroan untuk memperkuat struktur permodalan yang selanjutnya digunakan untuk ekspansi kredit. Target dana dari aksi korporasi itu sekitar Rp500 miliar.
Ia mengemukakan bahwa aksi korporasi itu dilakukan melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Penerbitan saham baru itu juga disertai dengan waran seri II yang dapat di "exercise" oleh pemegang saham pada tahun 2017 mendatang.
Saat ini, pemegang saham BRI Agro yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebanyak 10,013 miliar lembar saham (87,23 persen), DAPENBUN sebanyak 1,044 miliar lembar saham (9,10 persen), dan masyarakat sebanyak 421,266 juta lembar saham (3,67 persen).(end)
HPXInfo:
#AGRO
RIGHTS ISSUE AKAN TINGKATKAN CAR BRI AGRO JADI 35%
IQPlus, (07/10) - PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) pada tahun depan akan fokus memperbesar rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 35%. Sementara saat ini posisi CAR perusahaan masih di level 18%
Direktur Utama BRI Agroniaga I Komang Sudiarja menuturkan bahwa pihaknya optimis kinerja tahun 2017 bisa lebih baik. Pasalnya, beberapa strategi khusus telah disiapkan oleh BRI Agro.
"Salah satunya dengan meningkatkan CAR di level 35% di awal tahun depan," tegasnya, usai paparan publik, di Jakarta, Senin.
Untuk mencapai target CAR di level 35% itu, menurut I Komang, pihak BRI Agro bakal melepas saham dengan mekanisme rights issue sebanyak-banyaknya 4,46 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. "Karena dengan rights issue itu CAR kami bisa mencapai 35%. Sehingga kedepan, kami lebih leluasa dalam ekspansi bisnis," ucapnya.
Dalam aksi ini, induk usaha BRI Agro yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sendiri diharapkan dapat melepaskan 10% sahamnya di perusahaan. Dengan demikian, nantinya saham BRI di BRI Agro yang terdilusi akan mendorong terpenuhinya ketentuan saham beredar di publik (freefloat) sebesar 7,5% yang diatur BEI.
"Saya mendengar bahwa induk kami BRI akan mengeluarkan sahamnya ke pasar sampai 10%," tuturnya.
Dia mengatakan, jika BBRI AGRO tidak memanfaatkan seluruh haknya dalam pelaksanaan rights issue, maka diharapkan publik bisa menyerap saham-saham BRI Agro. Ia juga mengungkapkan, sepanjang tahun ini kinerja saham bank yang yang memiliki tiker AGRO ini menggembirakan dan jumlah pemegang saham hingga September 2016 naik 101%. (end/as)
No comments:
Post a Comment