Thursday, November 3, 2016

Kamis, 3 November 2016

Dari Daewoo

Market Review 3 November 2016
(Investment Information Team,  Daewoo Securities Indonesia)

IHSG ditutup melemah selama tiga hari berturut-turut dan ditutup turun 75 poin (-1.4%) ke level 5,329.5 pada perdagangan hari ini, didorong oleh pelemahan seluruh sektor. Hingga akhir perdagangan tercatat 89 saham menguat dan 244 saham melemah. Seluruh sektor kompak ditutup di zona merah hari ini, sektor mining dan miscellaneous industry melemah terdalam diantara sektor lain dengan ditutup turun masing-masing 2.45% dan 2.03%. Bursa saham Asia di luar bursa Jepang juga ditutup melemah pada perdagangan hari ini ditengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ketatnya proses pemilihan Presiden US.

Besok, Jumat (4/11), akan berlangsung aksi demontrasi besar-besaran di wilayah Jakarta Pusat. Menurut Direktur Utama BEI, demo tersebut tidak akan berpengaruh terhadap pasar modal dan beliau menegaskan bahwa bursa saham akan berjalan seperti biasa esok hari. Meskipun IHSG ditutup melemah hari ini, investor asing mencatatkan transaksi net buy sejumlah Rp170 miliar di seluruh Pasar pada perdagangan hari ini. US Dollar menguat 0.14% terhadap Rupiah, sehingga Rupiah ditutup ke level Rp13,075 terhadap US Dollar hari ini.

Advance Stocks:

- MEDC: Harga saham MEDC menguat untuk hari kedua setelah perseroan menyelesaikan transaksi akuisisi 50% kepemilikan atas PT Amman Mineral Investama yang memiliki 82,2 persen kepemilikan atas PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Sementara dari perspektif teknikal perdagangan hari ini MEDC ditutup menguat Rp75 (+5.19%) ke level Rp1.520 dengan rerata volatilitas dan volume harian yang cenderung meningkat, MEDC bergerak keluar dari area downtrend channel 81 hari terakhir dengan rata rata fluktuasi harian dalam kisaran Rp75 MEDC cenderung bergerak dalam rentang harian support dilevel Rp1.350(S2) - Rp1.450(S1) dan Resistance dilevel Rp1.650(R1) - Rp1.750(R2).

- BJBR: Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat nasional jangka panjang atas BJBR di AA (idn) yang menunjukkan ekspektasi akan risiko gagal bayar yang sangat rendah relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia. Adapun, outlook peringkat tersebut adalah stabil. Sementara dari perspektif teknikal perdagangan hari ini BJBR ditutup menguat Rp10 (+0.66%) ke level Rp1.525 dengan rerata volatilitas dan volume harian yang cenderung rendah, dalam jangka pendek BJBR bergerak dalam area oversold dengan rata rata fluktuasi harian dalam kisaran Rp55 BJBR cenderung bergerak dalam rentang harian support dilevel Rp1.475(S2) - Rp1.500(S1) dan Resistance dilevel Rp1.560(R1) - Rp1.595(R2).

- AKKU: AKKU berniat melakukan Penawaran Umum Terbatas I dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 6.198.500.000 saham dengan nominal Rp100. Harga pelaksanaan yang ditawarkan Rp101 per lembar sehingga seluruhnya bernilai Rp626 miliar. Harga saham ditutup menguat Rp60 (+24.79%) ke level Rp302 hari ini.

Decline Stocks:

- HRUM: HRUM membeli kembali saham (buyback) sebanyak 10% dengan nilai maksimum US$27 juta atau 270,36 juta lembar saham. Aksi buyback dilakukan dengan tujuan memberikan fleksibilitas kepada perseroan untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien. Sementara dari perspektif teknikal perdagangan hari ini HRUM ditutup melemah Rp130 (-5.55%) ke level Rp2.210 dengan rerata volume harian yang cenderung turun seiring kenaikan harga, dalam jangka pendek HRUM bergerak dalam area uptrend channel dengan rata rata fluktuasi harian dalam kisaran Rp130,- HRUM cenderung bergerak dalam rentang harian support dilevel Rp2.075(S2) - Rp2.150(S1) dan Resistance dilevel Rp2.325(R1) - Rp2.450(R2).

- BUMI: Meskipun penjualan batubara BUMI mengalami peningkatan 10.7% pada 9M16 menjadi 64,6 juta ton dibanding 9M15 sebesar 58,4 juta ton, harga penjualan batubara tidak mengalami kenaikan seiring dengan rendahnya tren harga batubara. Rata-rata harga jual batubara BUMI pada 9M16 tercatat US$ 40,1 ton, turun sekitar 12% yoy. Sementara dari perspektif teknikal perdagangan hari ini BUMI ditutup melemah Rp10 (-4.09%) ke level Rp234 dengan rerata volume harian yang cenderung turun, dalam jangka

No comments:

Post a Comment