Wednesday, November 9, 2016

News Pagi, 10-11-2016

HPXInfo:
#PTPP
PTPP SIAPKAN BELANJA MODAL Rp8 TRILIUN TAHUN 2017

IQPlus, (10/11) - PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 8 triliun untuk tahun 2017. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari belanja modal tahun ini Rp 4 triliun.

Direktur Pengembangan Bisnis PTPP, Lukman Hidayat mengatakan, belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk sejumlah proyek-proyek investasi dan penyertaan modal kepada anak perusahaan.

"Capex tahun ini kan Rp 4 triliun. Kita lagi hitung, tapi yang penting meningkatnya dua kali lipat lebih lah. Karena kita sedang hitung," katanya saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu.

Lanjut dia, belanja modal ini sebagian besar akan dialokasikan untuk proyek kelistrikan yang juga tengah digarap oleh salah satu anak usahanya PTPP Energi.

"Capex tahun depan kan kita ada infrastruktur, energi, dan perumahan MBR. Mungkin kita paling banyak di energi yaitu powerplant. Baik itu gas, uap, maupun yang bio. Yang bio kan kita bikin powerplant tenaga sampah di Solo. Kapasitasnya kecil kalau yang sampah. Kalau yang lain masih proses," jelas dia.

Selain itu, anak usaha yang lain yakni PPRO, juga berencana memakai belanja modal tersebut untuk pembelian lahan perusahaan. PPRO akan menambah landbank seluas 20 ha dengan lokasi yang sebagian besar di Jawa. Saat ini, total landbank perusahaan sekitar 65 ha.

"Kemarin kan kita ada yang bentuknya kerjasama atau beli baru. Ada yang gabungan kerjasama. Itu mudah-mudahan tahun depan kita bisa dapatkan 20 ha. Tapi ini rencana belum matang. Ketok palunya Desember. Lokasinya ini di Jawa," ungkapnya.

Adapun salah satu sumber kenaikan belanja modal tahun depan kata dia didorong oleh adanya rights issue yang akan dilaksanakan oleh perseroan.

"Itu didorong dari PMN sama rights issue," tutur dia. (detikfinance)

HPXInfo:
#MEDC
MEDCO AKUISISI SAHAM KRISENERGY DI BLOK A

IQPlus, (10/11) - PT Medco Energi Internasional Tbk melalui anak usahanya PT Medco E

#PTPP
PT PP OPTIMISTIS LAMPAUI TARGET KONTRAK BARU

IQPlus, (10/11) - BUMN bidang Jasa Konstruksi, PT PP (Persero) Tbk optimistis dapat melampaui target kontrak baru yang sudah ditetapkan oleh manajemen di awal tahun sebesar Rp31 triliun.

Direktur Utama PT PP Tumiyana dalam siaran pers di Jakarta, Rabu mengemukakan bahwa kontrak baru sampai dengan akhir Oktober 2016 diprediksi mencapai Rp27,38 triliun atau 88,32 persen dari target akhir tahun 2016 ini.

Ia menyampaikan bahwa pencapaian kontrak baru Oktober 2016 itu terdiri dari kontrak baru Induk Perseroan sebesar Rp23,08 triliun dan anak perusahaan sebesar Rp4,30 triliun.

Adapun kontrak baru yang disumbang oleh anak perusahaan perseroan hingga akhir September 2016, antara lain PT PP Properti Tbk (PPRO) sebesar Rp1,83 triliun, PT PP Pracetak Rp1,77 triliun dan PT PP Peralatan Rp705 miliar.

Sementara itu, lanjut dia, beberapa proyek yang berhasil diraih perseroan sampai dengan akhir Oktober antara lain dua ruas jalan tol senilai masing-masing Rp3 triliun dan Rp2,7 triliun, PLTGMG Paket 7 100 MW yang berada di empat lokasi (Flores, Nabire, Bontang, Ternate), PLMTG Lombok Peaker 130-150 MW Rp1,42 triliun, MNP Paket B & C Reklamasi Rp891 miliar.

Kemudian, Mobile Power Plant 500 MW sebesar Rp739 miliar yang berada di delapan lokasi, pembangunan Gedung BNI Tower Rp714 miliar, Tunjungan Boulevard Rp655 miliar, Bedungan Sukoharjo Lampung Rp555 miliar, Apartemen Pertamina RU di Balikpapan Rp497 miliar, Apartemen Cilacap Rp384 miliar, Hotel Avani di Bali Rp368 miliar, PLTS Surakarta Rp300 miliar. (end)

#ANTM
ANTAM : INVESTASI DANA REPATRIASI TEPAT KE LOGAM MULIA

IQPlus, (10/11) - Wakil Presiden Pemasaran dan Operasional PT Antam Muhidin mengatakan investasi dana repatriasi program amnesti pajak lebih tepat diinvestasikan ke logam mulia.

"Kami siap menampung dana repatriasi. Lagi pula, investasi ke logam mulia lebih kebal inflasi dibandingkan produk investasi lainnya," ujar Muhidin di Jakarta, Rabu.

Oleh karenanya, dia meminta masyarakat tidak usah ragu untuk berinvestasi ke logam mulia karena selain kebal inflasi, juga seluruh produk maupun proses pembuatan logam mulia Antam memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dengan SNI, kata Muhidin, kualitas dan kadar logam mulia 99,99 persen pun terjamin. Itu pula yang membedakan dengan emas yang dijual di toko perhiasan yang kadar kemurniannya sering lebih rendah dibanding angka yang tertera.

"Kami juga memiliki brankas penyimpanan bila memang ada dana repatriasi yang masuk," katanya menambahkan.

Saat ini, pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah bank. Di antaranya Bank Mandiri, BRI, Danamon, Maybank, BCA dan Permata yang memang digunakan oleh banyak wajib pajak untuk menyimpan dananya.

Pemerintah pada 8 Agustus lalu menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 122/PMK 08/2016 tentang Tata Cara Pengalihan Harta Wajib Pajak ke Dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Penempatan pada Investasi di Luar Pasar dalam Rangka Pengampunan Pajak. (end)

#MIDI
MIDI UTAMA BELI ASET TANAH DAN BANGUNAN DI CIKUPA

IQPlus, (10/11) - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) melakukan pembelian aset berupa tanah dan bangunan pada 9 November 2016 seluas 56.529 meter persegi.

Menurut keterangan Suantopo Po, Sekretaris Perusahaan MIDI, Kamis disebutkan bahwa aset itu terletak di Desa Bunder , Kecamatan Cikupa Tangerang Banten.

Nilai transaksi sebesar Rp170 miliar dimana pembelian dilakukan dari PT Perkasa Internusa Mandiri.

Dana pembelian aset tersebut kata Po berasal dari kas internal perusahaan, dimana pembelian aset ini guna menunjang kegiatan usaha perseroan. (end)

#WIIM
LABA BERSIH WISMILAK INTI TURUN 13,42 PERSEN HINGGA SEPTEMBER

IQPlus, (10/11) - PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) alami penurunan laba bersih 13,42 persen hingga periode September 2016 menjadi Rp79,04 miliar dibandingkan laba bersih Rp91,30 miliar periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, penjualan turun jadi Rp1,28 triliun dibandingkan penjualan Rp1,35 triliun periode sama tahun sebelumnya dan beban pokok turun jadi Rp893,97 miliar dibandingkan beban pokok Rp951,04 miliar tahun sebelumnya.

Laba kotor turun menjadi Rp395,22 miliar dari laba kotor Rp404,23 miliar periode sama tahun sebelumnya. Beban usaha naik menjadi Rp286,99 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya Rp272,36 miliar membuat laba usaha menjadi Rp108.22 miliar turun dari laba usaha Rp131,86 miliar September tahun lalu.

Beban lain-lain turun jadi Rp2,89 miliar dari beban lain-lain tahun sebelumnya Rp10,54 miliar namun laba sebelum pajak tetap turun menjadi Rp105,32 miliar dari laba sebelum pajak September tahun lalu yang Rp121,32 miliar.

Total aset per September 2016 turun jadi Rp1,28 triliun dibandingkan total aset per Desember 2015 yang Rp1,34 triliun. (end)

#YPAS
YANAPRIMA AKAN PERLUAS PASAR EKSPOR

IQPlus, (10/11) - PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), emiten pembuat kantong semen, akan memperluas ekspansi ke pasar luar negeri untuk mengoptimalkan utilisasi kapasitas produksi agar kinerja keuangan lebih baik.

Rinawati, Direktur Keuangan Perseroan Rabu mengatakan, salahs atu strategi menggenjot kinerja 2017 adalah dengan fokus pada pasar negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Sehingga, menurutnya harapannya ekspor bisa berkontribusi 15% hingga 20% tahun depan dan kalau penjualan di luar negeri bagus bisa 25%. Rina mengatakan hingga kuartal III, ekspor hanya berkontribusi 10%.

Saat ini utliisasi kapasitas produksi baru mencapai kisaran 75% hingga 80% dan diharapkan dengan terpancunya penjualan di kawasan regional, utilitsasi bisa naik hingga 90-95%. (end)

No comments:

Post a Comment