Thursday, November 24, 2016

News pagi, 25-11-2016

HPXInfo:
#BTPN
BTPN TAMBAH FITUR PINJAMAN-ASURANSI AGEN LAKU PANDAI

IQPlus, (25/11) - Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) berencana menambah fitur pinjaman dan asuransi pada 2017 melalui agen BTPN Wow!, yang merupakan implementasi Program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang digagas OJK.

"Untuk asuransi dan pinjaman sedang dikembangkan, targetnya tahun depan sudah direalisasikan," kata Sales Management Head BTPN Mohammad Reza Rizal di Yogyakarta, Kamis.

Saat ini, lanjut Reza, nasabah baru bisa melakukan pembukaan rekening, tarik dan setor uang tunai dari agen. Nasabah juga dapat melakukan berbagai transaksi diantaranya mengirim uang, membeli pulsa, serta membayar tagihan listrik/air, telepon, asurnasi, TV berlangganan, dan membeli tiket melalui ponsel.

Namun, untuk 2016 mendatang, agen bisa menyalurkan kredit dan menjual produk mikro kepada nasabahnya.

Jumlah agen BTPN Wow! hingga Oktober 2016 sendiri mencapai 131.000 agen, yang sudah berhasil menggaet 2,2 juta nasabah.

BTPN Wow! sendiri merupakan layanan perbankan bagi masyarakat luas (mass market) yang memanfaatkan teknologi telepon genggam dan didukung jasa agen sebagai perpanjangan tangan BTPN untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada nasabah di seluruh pelosok Indonesia. (end)

#ADHI
INCAR DANA Rp1,5 TRILIUN, ANAK USAHA ADHI SIAP LEPAS 30% SAHAM IPO

IQPlus, (25/11) - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya, PT Adhi Persada Gedung (APG) dengan melepas 30% saham untuk meghimpun dana sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun.

Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Direktur Utama PT Adhi Karya, Budi Harto, dalam Public Expose perseroan di Hotel GranDhika Iskandarsyah, Jakarta, kemarin.

"Kami akan melakukan restrukturisasi bisnis. APG akan membangun gedung-gedung yang menyasar pasar swasta. IPO APG untuk mencari dana sebesar Rp1,5 triliun dengan melepas saham sebanyak 30%," ucapnya.

Selain melakukan IPO, nantinya Adhi Persada Gedung juga akan menawarkan prefered stock yang memiliki dividen tertentu dan mempunyai tambahan hak.

"Namun, nilainya (return) belum bisa kami sampaikan, karena masih negosiasi. Diperkirakan dana yang dibidik dari aksi prefered stock berkisar Rp1 - 2 triliun," tutur Budi.

Hanya saja, saham preferen APG tersebut akan diserap industri dana pensiun. "Kami berharap tidak usah banyak-banyak dana pensiun yang menyerap. Dana pensiun besar masing-masing bisa Rp500 miliar, sehingga cukup empat dana pensiun kalau untuk mendapatkan Rp2 triliun," tambahnya.

Lebih lanjut ia bilang bahwa, sejauh ini pihaknya telah menjajaki dana pensiun milik perusahaan-perusahaan BUMN, seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Pertamina, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Taspen.

Menurutnya, setelah tiga tahun pelaksanaan prefer stock, maka perusahaan akan membeli kembali (buyback) saham preferen. (end/fu)

#SPMA
PACU KINERJA, SPMA TINGKATKAN PRODUKSI KERTAS TISSUE

IQPlus, (25/11) - PT Suparma Tbk  akan menggenjot performanya setelah berhasil melakukan restrukturisasi utangnya sebesar Rp 249 miliar menjadi saham perseroan. Emiten berkode SPMA ini akan meningkatkan produksinya tahun depan terutama kertas tissue.

Hendro Luhur,Direktur PT Suparma Tbk, mengatakan, potensi pasar kertas tissue cukup besar.  Hal ini imbas makin tumbuhnya sektor parwisata sehingga bisnis perhotelan dan kuliner di Indonesia seperti resto dan café juga ikut meningkat. Trend konsumsi tissue terus meningkat dimasyarakat. Demandnya semakin bagus. Karena itu kami akan tingkatkan produksinya,. kata Hendro Luhur, Kamis usai public expose di kantornya.

Dikatakan, pihaknya akan meningkatkan utuilitas mesin kertas tissue dari yang semula 70 persen akan menjadi 90-100 persen. Dengan begitu, diharapkan kontribusi hasil penjualan kertas tissue terhadap total penjualan perseroan juga akan naik. Saat ini, kertas tissue memberikan kontribusi 25 persen dari total penjualan selama Sembilan pertama tyang berakhir 30 September 2016 sebesar Rp 1,4 triliun. Sementara kertas duplex memberikan kontribusi 48 persen dan sisanya dari kertas laminasi.

Tahun depan kontribusi kertas tissue akan kami tingkatkan menjadi 35 persen. Ini peluang bagi kami. Sebab tidak semua pabrik kertas di Jatim memproduksi tissue. Pasar kami terbesar ada di Jatim. Setelah itu baru Jakarta dan Debatek,. tambah Hendro Luhur.

Soal kinerja tahun ini, dia mengaku cukup bagus. Terbukti penjualan hingga 30 September 2016 mencapai Rp 1,4 triliun naik 22,8 persen dari tahun lalu periode yang sama.  Sementara laba perseroan mencapai Rp Rp 69,2 miliar. Tahun lalu perseroan masih rugi Rp 66 miliar.

Kenaikan pendapatan karena naiknya harga jual dan naiknya volume. Sampai akhir tahun nanti kami harapkan penjualan mencapapai Rp 1,9 triliun akan tercapai,. tandas Hendro.  (end/ahd)

#SMRA
ANAK USAHA SMRA DAPAT PINJAMAN UNTUK KEMBANGKAN PROPERTI DI MAKASSAR

IQPlus, (25/11) -  Anak usaha PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yakni PT Bintang Mentari Indah (BNMI) yang berkedudukan Maros, pada 23 November 2016 saat ini sedang mengembangkan kawasan yang terletak di Kabupaten Maros, Makassar.

Adrianto Pitoyo Adhi, Direktur Utama dalam keterangannya Jumat menyebutkan,guna menunjang keperluan modal kerja BNMI tersebut memperoleh pinjaman sebesar Rp10 miliar dari PT Sulisman Graha yang berkedudukan di Jakarta Timur.

Sulisman Graha adalah perusahaan yang merupakan piahk terafiliasi dari pemegang saham utama perseroan PT Semarop Agung. Transaksi afiliasi ini dikecualikan dari penyampaian keterbukaan berdasarkan peraturan No.IX.E.1 namun untuk memberikan informasi kepada pemegang saham perseroan. (end)

#ADHI
ADHI RAIH PROYEK SAMANA BALI TANJUNG BENOA

IQPlus, (25/11) -  PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mendapatkan proyek baru yakni Proyek Samana Bali yang merupakan proyek Hotel & Resort.

Ki Syahgolang Permata, Sekretaris Perusahaan dalam keterangan Jumat menyebutkan, proyek ini diraih dari PT Properti Bali Benoa dan berlokasi di Tanjung Benoa Propinsi Bali.

Nilai total kontrak pembangunan proyek ini senilai Rp749.880.000.000 dimana lingkup pekerjaan struktur, arsitektur dan MEP. Waktu pelaksanaan proyek selama 510 hari. (end)

#DSSA
ANAK USAHA DSSA BENTUK TIGA PERUSAHAAN BARU DI SINGAPURA

IQPlus, (25/11) - Anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yakni PT DSSA Mas Infrastruktur telah mendirikan tiga anak usaha di Singapura.

Menurut keterangan Hermawan Tarjono, Direktur DSSA menyebutkan Kamis, pembentukan anak usaha yang dilakukan pada 24 November 2016 tersebut yakni Alpha Prime Services pte, Shinning Energu Pte Ltd dan Golden Prime Pte Ltd.

Modal ditempatkan dan disetor Alpha Services pte Ltd sebesar US$124.000 yang terbagi atas 124.000 lembar saham yang seluruhnya dimiliki PT DSSA Mas Infrastruktur.

Modal ditempatkan dan disetor Shining Energy pte Ltd sebesar US$140.000 yang terbagi atas 140.000 lembar yang dimiliki seluruhnya PT DSSA Mas Infrastruktur. Modal ditempatkan disetor Golden Prime Power Pte Ltd sebesar US$156.000 atas 156.000 lembar saham yang juga dimiliki PT DSSA Mas Infrastruktur.

"Pembentukan anak-anak perusahaan baru ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi keuangan perseroan," ujar Hermawan. (end)

#DEWA
DEWA TARGETKAN PENDAPATAN USAHA HINGGA AKHIR 2016 CAPAI US$273 JUTA

IQPlus, (25/11) - PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) menargetkan pendapatan usaha bisa mencapai US$273 juta hingga akhir tahun ini atau berarti naik 13,8% dibandingkan pendapatan US$240 juta di 2015 lalu. Hingga September 2016, perusahaan tambang grup Bakrie ini sudah meraih pendapatan sebesar US$188 juta.

Menurut keterangan perseroan yang diperoleh Jumat, laba kotor sepertinya diproyeksikan akan turun sebesar 33,9% di 2016 ini menjadi US$15,8 juta dari raihan laba kotor 2015 yang US$23,9 juta.

Demikian juga dengan laba bersih yang diperkirakan hingga akhir tahun ini hanya sekitar US$0,20 juta turun 81,9% dibandingkan laba sepanjang 2015 yang US$1,11 juta.

Perusahaan ini menargetkan produksi batubara sebanyak 29,1 juta ton di 2017 meningkat tajam hingga 92,8% dari produksi tahun ini yang 15,1 juta ton dan target laba bersih juga diperkirakan naik tajam menjadi US$9,7 juta pada tahun depan dengan EBITDA sekitar US$59 juta. (end)

#IMPC
IMPACK PRATAMA BERI BUNGA OBLIGASI MINIMAL 10%

IQPlus, (25/11) - PT Impack Pratama Tbk (IMPC) menawarkan obligasi I Impack Pratama Industri Tahun 2016 sebesar Rp500 miliar.

Menurut keterangan perseroan pada Jumat disebutkan, obligasi ini terdiri dari dua seri yakni seri A dengan jumlah pokok Rp400 miliar dengan bunga 10 persen per tahun dan jangka waktu 36 bulan.

Sedangkan obligasi seri B dengan jumlah Rp100 miliar dan berbunga 10,5% per tahun dan jangka waktu 60 bulan.

Masa penawaran dilakukan 28-29 November 2016 dan pencatatan di BEI pada 5 Desember 2016.

Pefindo memberikan peringkat idA- untuk obligasi ini. Penjamin pelaksana emisi PT Sucorinvest Central Gani dan BCA Sekuritas dengan wali amanat Bank Mega.

Dana hasil emisi obligasi ini akan digunakan perseroan sebesar Rp104,5 miliar untuk melunasi utang bank Mandiri, BCA dan HSCB, dan Rp117 miliar untuk belanja modla meliputi pembelian tanah, bangunan, mesin dan peralatan kantor serta sisanya untuk modal kerja perseroan dan anak usaha. (end)

No comments:

Post a Comment