HPXInfo:
#PPRO
PP PROPERTI PERKENALKAN TIGA MAL BARU
IQPlus, (30/11) - PT PP Properti Tbk memperkenalkan secara resmi tiga mal baru yang berlokasi di Bekasi Jawa Barat, dan dua mal terletak di Surabaya.
Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat di Jakarta, Selasa mengatakan tiga pusat perbelanjaan baru yang bernama Lagoon Avenue Mall tersebut akan beroperasi pada 2017 untuk lokasi di Bekasi dan Sungkono Surabaya, sedangkan 2018 pada lokasi Dharma Husada Surabaya.
"Bisnis mal merupakan bukti komitmen kami dalam mengembangkan kawasan," kata Taufik. Dia memaparkan kawasan mal yang berlokasi di Bekasi seluas 29 hektare dengan 35 sampai 36 menara apartemen yang rencananya terdapat di sekelilingnya.
Saat mal Lagoon Avenue di Bekasi beroperasi tahun depan, kata Taufik, akan ada dua menara apartemen yang sudah dihuni. "Saat ini kami sudah ada satu 'tower' apartemen yang sudah 'sold out'. Dan dua 'tower' sudah 60 persen," kata Taufik.
Dia mengatakan keberadaan mal Lagoon Avenue yang berlokasi di Bekasi akan menjadi ikon baru Kota Bekasi.
Sementara mal yang berlokasi di kawasan Sungkono Surabaya seluas 3,5 hektare dan di kawasan Dharma Husada Surabaya seluas 4,2 hektare yang merupakan bagian dari super blok yang memiliki tujuh menara apartemen.
"Tahun depan dua mal akan beroperasi yaitu di Bekasi dan Surabaya. Tahun depannya lagi di Dharma Husada Surabya., Hotel kami tahun depan start konstruksi.. Saat ini kami juga sedang matangkan analisis visibility mal di beberapa kota besar di indonesia salah satunya di Pontianak," kata Taufik. (end)
#PTBA
PTBA RAIH PENDANAAN DARI MANDIRI DUKUNG PROYEK
IQPlus, (30/11) - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mendapat fasilitas pendanaan dari Bank Mandiri Tbk sebesar Rp1,7 triliun atau 230 juta dolar AS untuk mendukung realisasi proyek-proyek pengembangan serta pertumbuhan perseroan.
"Fasilitas pinjaman itu untuk mengantisipasi besarnya kebutuhan dana bagi perseroan, baik pengembangan di sektor penambangan maupun pengembangan di sektor energi," ujar Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin di Jakarta, Selasa malam.
Ia mengemukakan bahwa fasilitas pinjaman itu dapat digunakan secara langsung untuk perseroan, sebesar 100 juta dolar AS dengan skema fasilitas pinjaman transaksi khusus untuk pembiayaan belanja modal.
Kemudian, lanjut dia, sebesar 130 juta dolar AS dengan skema "treasury line" untuk memenuhi kebutuhan likuiditas valas dalam operasional perusahaan sehingga perusahaan terhindar dari risiko fluktuasi nilai valas. Lalu sebesar Rp700 miliar berupa fasilitas "trust receive" Arviyan Arifin juga mengatakan bahwa fasilitas pendanaan itu juga dapat diberikan kepada mitra bisnis, masing-masing sebesar Rp700 miliar berupa Mandiri Suplier Financing, dan sebesar Rp300 miliar berupa "invoice financing" termasuk "acknowledge" antara PTBA, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan Bank Mandiri.
"Dengan adanya rekomendasi fasilitas kredit yang dapat diberikan oleh Bank Mandiri kepada mitra bisnis PTBA akan dapat memberikan kepastian bagi perseroan atas progres pekerjaan mitra bisnis itu," paparnya. (end)
#GZCO
GOZCO JUAL SELURUH SAHAMNYA DI PALMDALE AGROASIA
IQPlus, (30/11) - PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) menyebutkan telah melakukan penjualan atas 99,9% sahamnya di entitas anak terkendali PT Palmdale Agroasia Lestari Makmur pada 24 November 2016.
Menurut keterangan Liviana, Sekretaris Perusahaan Perseroan Rabu disebutkan bahwa saham itu dibeli oleh PT bangka Bumi Lestari, perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa sait yang merupakan pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi.
Nilai penjualan saham perseroan di Palmdale dilakukan berdasar nilai nominal saham Rp300 miliar dimana transaksi ini dianggap tidak material karena diukur dari ekuitas perseroan per 30 September 2016 yang senilai Rp2,39 triliun.
tujuan dari pelepasan saham Palmdale, kata Liviana adalah belum komersil dan masih membutuhkan subsidi pendanaan untuk sampai pada periode cashflow operasi positif.
"Dengan pelepasan ini, perseroan akan terbesar dari kewajiban cashflow ke Palmdale dalam rangka investasi tanaman dan dana yang ada bisa difokuskan ke entitas lain yang masih membutuhkan dana," ujar Liviana.
Selain itu ujar Liviana, perseroan juga akan terbebas dari kewajiban beban bunga dan pelunasan pokok pinjaman bank oleh PT Palmdale sebesar Rp400 miliar. (end)
#SULI
SUMBER GRAHA SEJAHTERA ALIHKAN 24,36% SAHAM SULI KE AMIR SUNARKO
IQPlus, (30/11) - Pemegang saham terbesar PT SLJ Global Tbk (SULI) yakni PT Sumber Graha Sejahtera telah melepas kepemilikannya kepada Amir Sunarko dimana transaksi ini dilakukan melalui pasar negosiasi BEI pada 24 November 2016.
Menurut keterangan Dr. David SE,MM, Wakil Presiden Direktur SULI disebutkan bahwa Amir Sunarko adalah Presiden Direktur Perseroan dimana jumlah saham yang dilepas dari Sumber graha Sejahtera sebanyak 766.275.582 saham atau mewakili 24,63% dari total saham perseroan.
Hingga September 2016, selain PT Sumber Graha Sejahtera, saham SLJ Global tercatat dimiliki Deddy Hartawan Jamin sebanyak 20,26%, UOB Kay Hian Pte Ltd, 18,96%, Bonham Nominees 13,10%, Wijiasih Cahyasasi 0,34%, Cooperasion, 0,05% dan lainnya 22,76%.(end)
#MPMX
LABA BERSIH MITRA PINASTHIKA PER SEPTEMBER TURUN 13,28 PERSEN
IQPlus, (30/11) - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) alami penurunan laba bersih hingga periode September 2016 sebesar 13,28 persen menjadi Rp289,55 miliar dibandingkan laba bersih Rp333,91 miliar periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, pendapatan neto naik jadi Rp13,19 triliun dibandingkan pendapatan neto Rp12,13 triliun dan biaya pokok pendapatan Rp11,31 triliun naik dari biaya pokok Rp10,41 triliun.
Laba bruto naik jadi Rp1,87 triliun dari laba bruto Rp1,72 triliun tahun sebelumnya.Beban usaha naik jadi Rp1,36 triliun dari Rp1,21 triliun dan pendapatan lainnya turun jadi Rp126,33 miliar dari Rp201,93 miliar dan beban lainnya naik jadi Rp17 miliar dari Rp2,81 miliar.
Laba usaha turun menjadi Rp619,15 miliar dibandingkan laba usaha Rp700,02 miliar periode hingga September tahun lalu. Laba sebelum pajak turun jadi Rp462,21 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp507,75 miliar.
Jumlah aset per September 2016 mencapai Rp14,61 triliun naik dibandingkan jumlah aset per Desember 2015 yang Rp14,48 triliun. (end)
#CTRA
CTRA BERENCANA LEPAS DIRE Rp1 TRILIUN
IQPlus, (30/11) - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berencana melepas sejumlah aset guna mengimpun dana melalui instrumen dana investasi real estate atau DIRE. Untuk tahap awal, Ciputra mengincar dana Rp1 triliun dari pelepasan aset.
Candra Ciputra, Presiden Direktur CTRA mengatakan, aset Grup Ciputra yang berpotensi dilepas lewat DIRE berkisar Rp15-20 triliun. Namun pasar DIRE yang belum berkembang membuat perseroan tidak ingin membidik dana dalam jumlah besar.
"Market belum bisa absorb sebesar itu, sebesar itu, maksimum Rp2 triliun. Kami upayakan bisa ambil Rp1 triliun," ujarnya di Jakarta, Selasa.
Menurut Candra, rencana penghimpunan dana lewat DIRE diharapkan bisa terealisasi pada kuartal IV/2017. Dia menambahkan, sejumlah aset perseroan yang berpotensi dilepas mencakup pusat perbelanjaan, perkantoran dan hotel. (end/II)
No comments:
Post a Comment