Thursday, November 24, 2016

OASA masuk UMA, 25-11-2106

#OASA
SAHAM PROTECH MITRA PERKASA MASUK UMA

IQPlus, (25/11) -   Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan saham PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA) karena telah mengalami peningkatan harga dan aktivitas saham yang diluar kebiasaan (UMA).

Irvan Susandy, Kadiv Pengawasan Transaksi dalam keterangan Jumat menyebutkan, informasi terakhir yang disampaikan OASA adalah pada 28 Oktober 2016 soal penyampaian laporan keuangan interim September 2016.

Investor diminta untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmas bursa dan mengkaji kembali aksi korporasi yang belum mendapatkan persetujuan RUPSLB.

Harga saham OASA pada 16 November 2016 masih berada di level Rp176 dan terus naik dan berada di level Rp266 pada penutupan perdagangan Kamis kemarin. (end)

#BKSW
BANK QNB INDONESIA SIAP GANDENG PERUSAHAAN E-COMMERCE

IQPlus, (25/11) - PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) tengah bersiap - siap melakukan terobosan-terobosan agresif demi menjaga konsistensinya di Indonesia. Salah satunya dengan memanfaatkan pesatnya perkembangan industri e-commerce di dalam negeri.

Head of E-banking & Non Traditional Channel Bank QNB Indonesia R Andi Kartiko Utomo menuturkan, seiring dengan semakin membaiknya perekonomian di Indonesia maka Indonesia memiliki peluang yang bagus dalam e-commerce. Apalagi Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan e-Commerce tercepat di dunia.

"Saat ini, kami sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan berbasis perdagangan online (e-commerce) guna mengakselerasi bisnis digital Bank QNB Indonesia. Diproyeksikan pada tahun 2017 mendatang, perusahaan sudah dapat menggandeng perusahaan-perusahaan tersebut untuk membentuk kemitraan," tuturnya.

Andi mengatakan, perusahaan-perusahana tersebut ada yang berbasis di luar negeri ada pula yang berasal dari domestik. "Nanti di bulan Desember tahun iurutnya fase itu merupakan fase dimana lembaga perbankan mampu masuk dalam ekosistem digital yang sudah ada.

"Penambahan jumlah nasabah secara masif merupakan basis fundamental untuk tumbuh dan berkembang dalam digitalisasi perbankan," jelasnya.

Sebagai catatan dari total 48 ribu nasabah yang dikelola oleh QNB Indonesia, 10 ribu diantaranya merupakan nasabah ritel. Kedepannya perseroan berencana menjaring nasabah ritel untuk meningkatkan basis fundamentalnya.. (end/as)
ni dan Februari 2017 akan ada kejutan besar untuk pengguna layanan digital kami," tegasnya.

Selain itu Ia mengaku, perusahaan tengah bersiap untuk masuk dalam tahap digitalisasi perbankan. Diluncurkannya layanan aplikasi mobile banking "DooET " merupakan pintu gerbang awal untuk masuk dan menapaki bisnis yang sarat akan teknologi tinggi tersebut.

Untuk masuk ke dalam tahapan digitalisasi, menurut Andi, perseroan akan mengembangkan produk perbankan yang dapat terintegrasi dengan aplikasi mobile banking. Kedepannya perseroan menargetkan segala transaksi pembukaan rekening, pencairan kredit dan juga pembukaan deposito dapat dilakukan didalam satu aplikasi.

"Kalau kita bersaing dengan perbankan lain dalam hal jumlah ATM atau jumlah cabang, kita akan tertinggal. Maka dari itu kita akan tampilkan sesuatu yang unik dalam versi digital untuk meningkatkan kinerja," ucapnya..

Lebih lanjut dirinya mengatakan, saat ini belum ada satu institusi perbankan yang sudah masuk dalam tahap digitalisasi perbankan. Karena men


#ANTM
HARGA JUAL EMAS ANTAM NAIK Rp1.000 PER GRAM

IQPlus, (25/11) -  Harga jual PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alami kenaikan Rp1.000 per gram pada Jumat ini dibandingkan harga pada Kamis kemarin sedangkan harga buyback naik Rp2.000 per gram.

Menurut logammulia.com disebutkan harga emas per gram di butik Pulogadung sebesar Rp590.000 dibandingkan harga pada Kamis kemarin yang Rp589.000 per gram.

Sementara harga buyback emas di level Rp515.000 per gram naik dibandingkan Rp513.000 per gram pada Kamis kemarin.

Produk Gram Price per Bar (Rp) Price per Gram (Rp)
Emas Batangan 1 590.000  590.000
Emas Batangan 2 1.140.000  570.000
Emas Batangan 2.5 1.415.000  566.000
Emas Batangan 3 1.692.000  564.000
Emas Batangan 4 2.244.000  561.000
Emas Batangan 5 2.805.000  561.000
Emas Batangan 10 5.560.000  556.000
Emas Batangan 25 13.825.000  553.000
Emas Batangan 50 27.600.000  552.000
Emas Batangan 100 55.150.000  551.500
Emas Batangan 250 137.750.000  551.000
Emas Batangan 500 275.300.000  550.600

Overview
TINS telah sampai pada area Resistance dari previous high. Candle terakhir adalah Bearish Engulfing, mengindikasikan penurunan akan berlanjut hari ini. RSI juga telah menunjukkan negative divergece (harga same high, tapi indicator lower). Waspada profit taking atau set your trailing stop. Volume mencapai 0.59x rerata 20 hari.

Rekomendasi
Sell / Sell on Strength, Exit Level: 1215-1285; Target: 1120

Overview
TLKM telah kembali jatuh pada Support dari previous low . Perlu kita perhatikan apakah level 3760 mampu bertahan atau tidak. RSI menunjukkan positive divergence (harga relatively same low, tapi indicator higher). Volume mencapai 0.73x rerata 20 hari.

Rekomendasi
Buy on Weakness, Entry Level: 3760-3800; Target: 3930-3950; Stoploss:  3750

#NIKL
BEI SUSPENSI SAHAM PELAT TIMAH NUSANTARA

IQPlus, (25/11) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) karena terjadi peningkatan harga kumulatif signifikan dalam rangka cooling down.

Irvan Susandy, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangannya Jumat menyebutkan, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara pada perdagangan 25 November 2016.

Penghentian sementara perdagangan saham NIKL tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang setiap pengambilan keputusan investasinya di saham NIKL.

Harga saham NIKL pada 15 November 2016 masih di level Rp560 dan naik hingga ditutup di level Rp1.335 pada penutupan perdagangan Kamis kemarin.

Sementara BEI mencabut suspensi saham PT Bumi Citra Permai Tbk di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali pada perdagangan Jumat ini. (end)

No comments:

Post a Comment