Ang Huai Cie:
Rabu, 09 November 2016
Valbury Asia Securities
VIEW MARKET
Prediksi IHSG;
Siapa yang bakal menjadi presiden Amerika Seikat (AS) antara Hillary Rodham Clinton dari Partai Demokrat dengan Donald John Trump dari Partai Republik ? Pemilihan Presiden AS berlangsung pada Selasa, 8 November 2016. Namun, beberapa jam sebelum pemilihan, jajak pendapat dari Reuters/Ipsos States of the Nation Project mengumumkan Hillary Clinton memiliki 90% peluang untuk memenangkan pemilu.
Pelaku pasar sempat cemas berkenaan dengan dugaan pembocoran informasi rahasia pemerintah yang dilakukan oleh Hillary Clinton. Namun setelah Biro Investigasi Federal AS (FBI) membebaskan calon presiden AS Hillary Clinton dari dugaan pembocoran informasi rahasia pemerintah, pelaku pasar kembali optimistis mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton adalah yang paling mungkin untuk dipilih. Ketakutan investor pun mereda atas kemungkinan calon presiden AS Donald Trump memenangkan pemilu AS.
Diperkirakan palaku pasar dalam negeri lebih menyikapi perkembangan yang terjadi di belahan AS, untuk mengetahui hasil dari pilpres AS siapa yang akan unggul. Meski keberpihakan pelaku pasar mengharapkan lebih besar Hillary yang unggul.
Pelaku pasar dalam negeri akan memantau perkembangan dari eksternal, terutama dari AS. Trend IHSG pun akan mengikuti indeks global, termasuk pasar Asia yang diperkirakan berpeluang menguat pada perdagangan saham hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 5427/5383/5358
Resistance Level : 5495/5520/5564
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
TLKM: Trading Buy
• Close 4280, TP 4330
• Boleh buy di level 4260-4280
• Resistance di 4330 & support di 4200
• Waspadai jika tembus di 4200
• Batasi resiko di 4180
BSDE: Trading Buy
• Close 2120, TP 2190
• Boleh buy di level 2100-2120
• Resistance di 2140 & support di 2090
• Waspadai jika tembus di 2090
• Batasi resiko di 2080
MPPA : Trading Buy
• Close 1740, TP 1780
• Boleh buy di level 1720-1740
• Resistance di 1780 & support di 1700
• Waspadai jika tembus di 1700
• Batasi resiko di 1680
HRUM: Trading Buy
• Close 2470, TP 2610
• Boleh buy di level 2450-2470
• Resistance di 2610 & support di 2370
• Waspadai jika tembus di 2370
• Batasi resiko di 2150
LPPF: Trading Buy
• Close 16500, TP 16775
• Boleh buy di level 16400-16500
• Resistance di 16775 & support di 16050
• Waspadai jika tembus di 16050
• Batasi resiko di 15900
BRPT: Trading Buy
• Close 1545, TP 1600
• Boleh buy di level 1530-1545
• Resistance di 1600 & support di 1460
• Waspadai jika tembus di 1460
• Batasi resiko di 1450
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
EXCL, AKRA, BBRI, CTRS, TBLA, INDF, BISI, PTPP, SMRA, ADRO, ITMG
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 8-Nov-16
• Crude Oil-(barel) US$45.16 (0.27)
• Gold-(troy oz) US$1,284.47 (2.81)
• Nickel-(ton) US$11,130.00 (670.00)
• Tin-(ton) US$21,845.00 (545.00)
• Coal (Newc)/ton US$111.95 (49.55)
• CPO Mal/ton* MYR2,805.50 (16.00)
Foreign Exchange
• USD/IDR* 13,084.00 (-2.00)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 00 November 2016
Economic Calendar:
• data Current Account Jepang bulan September 2016
• data CPI dan Producer Price Index (PPI) China bulan Oktober 2016
• data neraca perdagangan Inggris bulan September 2016
• laporan prediksi ekonomi Uni Eropa
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 4 Nopember 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Tunas Ridean (TURI) akan membagikan dividen interim tahun 2016 sebesar total Rp55.8 miliar atau Rp10 per saham kepada 5,58 miliar saham. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 14 dan 15 November 2016 dan di pasar tunai 17 dan 18 November 2016 dengan DPS hingga 17 November 2016 dan pembagian dividen dilakukan pada 7 Desember 2016.
Tifa Finance (TIFA) kembali meraih pinjaman perbankan guna menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang pembiayaan. Fasilitas kredit tersebut terdiri dari Fasilitas Installment Loan 12 sebesar Rp20 miliar dengan jangka waktu 3 tahun dan fasilitas Installment Loan 13 sebesar Rp30 miliar dengan jangka waktu 3 tahun. Pinjaman ini dijamin dengan piutang milik perseroan sebesar 120% dari Outstanding Installment Loan.
Kresna Graha (KREN) pada 31 Oktober 2016 membentuk anak usaha bernama Raffles Global Ventures Pte Ltd. yang berbadan hukum Singapura. Kresna memiliki 45% saham di perusahaan tersebut. Kresna Graha juga membentuk dua anak usaha berbadan hukum Singapura, yakni Pacifica Growth Investments Pte Ltd dan Queenstown Growth Investments Pte Ltd. KREN menguasai 100% saham dua perusahaan investasi tersebut. Pada 24 Oktober 2016, KREN juga menanam modal ke PT Kresna Usaha Kreatif untuk membentuk unit baru bernama PT Dua Empat Printing. Kresna Usaha Kreatif sebagai anak usaha Kresna Graha memegang 35% di Dua Empat Printing.
PP Properti (PPRO) memasuki tahap pembangunan proyek apartemen Verdura di dataran tinggi CBD Sentul Selatan pasca dilakukannya Ground Breaking Ceremonial akhir Oktober 2016. Apartemen itu memiliki konsep resort yang terdiri dari tiga tower. Di lokasi proyek itu juga akan segera dibangun AEON Mall dan kampus baru Universitas Trisakti. Saat ini tengah dilakukan pembangunan infrastruktur transportasi LRT (Light Rail Transit) oleh pemerintah bekerja sama dengan para investor yang akan menunjang kegiatan masyarakat kota Sentul nantinya.
Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) membukukan pendapatan Rp 978,42 miliar per September 2016, atau turun 10,95% YoY dari sebelumnya Rp 1,09 triliun. Pendapatan premi neto tumbuh 2,52% menjadi Rp 892,26 miliar. Namun hasil investasi turun 59,12% menjadi Rp 90,31 miliar. ABDA juga tidak lagi membukukan pendapatan lain-lain tetapi mencatatkan beban Rp 4,1 miliar dibandingkan pada kuartal III 2015 yang membukukan Rp 7,51 miliar. Laba bersih Asuransi Bina Dana Arta per September 2016 turun 49,89% YoY menjadi Rp 131,75 miliar.
Pemerintah memberikan jaminan langsung kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengerjakan proyek infrastruktur. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat struktur permodalan BUMN agar berbagai pembangunan infrastruktur yang tengah dikerjakan para BUMN ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan struktur permodalan yang lebih kuat, BUMN ini bisa lebih mudah memperoleh kepercayaan dari lembaga keuangan dunia terkait pemberian pinjaman lunak untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur. Pemerintah juga memberikan dukungan kepada berbagai proyek yang tengah dikerjakan. Dukungan diberikan agar proyek tersebut lebih layak secara investasi.
Bank Indonesia (BI) menilai potensi dana luar negeri masuk akan semakin besar pada kuartal IV 2016. Salah satu penyebabnya adalah realisasi dari repatriasi dana program amnesti pajak yang selama ini mengendap di luar negeri. BI memperkirakan hingga akhir Desember 2016 dana repatriasi akan menambah Rp 100 triliun ke total modal asing yang masuk (capital inflow). Perkiraaan angka tersebut dari catatan dana repatriasi di periode pertama amnesti pajak sebesar Rp 143 triliun, yang akan disalurkan dengan jangka waktu hingga akhir Desember 2016.
Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa per akhir Oktober 2016 sebesar USD 115 miliar atau turun USD 700 juta dibandingkan akhir September USD 115,7 miliar. Jumlah cadangan devisa per akhir Oktober 2016 tersebut cukup untuk membiayai 8,8 bulan impor atau 8,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Perkembangan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh penerimaan devisa, seperti penerimaan pajak dan penerbitan Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas yang masih cukup untuk menutupi kebutuhan devisa, antara lain untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo. Bank sentral menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Kadin Bidang Hubungan Internasional menyatakan ekonomi Indonesia diprediksi akan tumbuh hingga 5,3% sepanjang tahun 2017. Prediksi ini lebih tinggi dibandingkan target pemerintah dalam APBN 2017 sebesar 5,1%. Perbaikan ekonomi sektor domestik didukung oleh adanya berbagai paket kebijakan yang telah diluncurkan oleh pemerintah. Paket kebijakan ini diyakini akan mulai dirasakan dampaknya pada tahun 2017
Sumber : Dari berbagai sumber diolah kembali
No comments:
Post a Comment